Minggu, 08 Januari 2012

Rangkuman Bab 3


Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu adalah sebutan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” atau “kelompok kerabat”. Keluarga adalah suatu lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka. Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut : Fungsi Pendidikan, Fungsi Sosialisasi Anak, Fungsi Perlindungan, Fungsi Perasaan, Fungsi Religius, Fungsi Ekonomis, Fungsi Rekreatif,  Fungsi Biologis, dan Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman diantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Definisi masyarakat menurut Karl Marx adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi. Ada 2 golongan masyarakat, yaitu : Multikulturalisme dan Masyarakat Majemuk.
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah suatu aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan atau memiliki suatu hubungan yang erat serta adanya keterkaitan antara satu dengan yang lain. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia. Internalisasi belajar dan sosialisasi merupakan proses peresapan pengetahuan ke dalam pikiran.
Pertumbuhan (Growth) mempunyai arti yaitu suatu perubahan secara kuantitatif selama siklus hidup tanaman yang bersifat tak terbalikkan (Irreversible). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, yaitu : Pendirian Nativistik, Pendirian Empiristik dan Envinronmentalistik, Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme, dan Tahap pertumbuhan Individu berdasarkan Psikologi.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Proses Terjadinya Urbanisasi di karenakan beberapa faktor urbanisasi, antara lain :
 A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1.     Kehidupan kota yang lebih modern
2.     Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3.     Banyak lapangan pekerjaan di kota
4.     Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1.     Lahan pertanian semakin sempit
2.     Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3.     Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4.     Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5.     Diusir dari desa asal
6.     Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
1.     Memoderenisasikan warga desa
2.     Menambah pengetahuan warga desa
3.     Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
4.     Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa

1 komentar: