Minggu, 13 November 2011

2.5 Kebudayaan dan Kepribadian


II. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
            Beberapa penelitian antropologi budaya menunjukkan bahwa terdapat suatu korelasi di antara corak kebudayaan dengan corak kepribadian pada anggota masyarakat. Opini publik pun menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa merupakan cermin kepribadian bangsa yang bersangkutan. Sebaliknya, segala corak yang berbeda dari corak kebudayaan dianggap aneh/bertentangan dengan kodrat alam. Contoh : Seorang wanita hamil yang tidak mempunyai suami, ia adalah seorang profil yang melanggar adat kebiasaan suatu keluarga. Karena  ia telah melanggar norma-norma yang berlaku. Salah stu ciri khas kebudayaan suatu bangsa dalam bentuk lain dapat diamati dalam macam ragam karya budayanya. Contohnya : seni tari, seni pahat, dan seni ukir. Indonesia memiliki kebinekaan dalam hal bahasa dan adat istiadat.
(sumber: http://mega-95.blogspot.com/2009/12/bab-2.html)

A. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia.
            Zaman Batu dan Zaman Logam
*Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini terbagi menjadi 4 zaman, yaitu :
·         Zaman Batu Tua (Palaeolitikum)
Zaman Batu Tua (Palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan) dan manusianya masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah).
Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini, yaitu:
1.      Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus)
2.      Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis)
Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong), Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan)
·         Zaman Batu Tengah (Mesolithikum)
1. Ciri zaman Mesolithikum:
a. Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)
b. Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar.
c. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur)
c. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
d. Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores.
e. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih),ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang.
2. Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum:
a. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger)
b. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
c. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche)
·         Zaman Batu Muda ( Neolithikum)
Ciri utama pada Zaman Batu Muda (Neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain:
1.      Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan,
2.      Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa,
3.      Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa,
4.      Pakaian dari kulit kayu
5.      Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda)
Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer-Indocina)
·         Zaman Batu Besar (Megalithikum)
Zaman ini disebut juga sebagai Zaman Megalithikum. Hasil kebudayaan Megalithikum, antara lain :
1. Menhir: tugu batu yang dibangun untuk pemujaan terhadap arwah-arwah nenek moyang.
2. Dolmen: meja batu tempat meletakkan sesaji untuk upacara pemujaan roh nenek moyang
3. Sarchopagus/keranda atau peti mati (berbentuk lesung bertutup)
4. Punden berundak: tempat pemujaan bertingkat
5. Kubur batu: peti mati yang terbuat dari batu besar yang dapat dibuka-tutup
6. Arca/patung batu: simbol untuk mengungkapkan kepercayaan mereka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar