Minggu, 13 November 2011

4.3 Pengertian, Proses, dan Tujuan Sosialisasi

*PENGERTIAN, PROSES dan TUJUAN POKOK SOSIALISASI

SOSIALISASI  yakni suatu istilah yang sudah familiar juga. Kata sosialisasi berasal dari kata sosial. Kata  “sosial” digunakan untuk menunjukan sifat dari makhluk yang bernama manusia. Sehingga munculah ungkapan “manusia adalah makhluk sosial”. Hal ini berarti bahwa manusia harus hidup berkelompok dan bermasyarakat. Mereka tidak dapat hidup dengan baik kalau tidak berada dalam suatu  kelompok atau  masyarakat.
Sosialisasi dapat terjadi melalui interaksi sosial secara langsung maupun tidak langsung. Proses sosialisasi dapat berlangsung melalui kelompok sosial, seperti: keluarga, teman sepermainan dan sekolah, lingkungan kerja, maupun media massa. Adapun media yang dapat menjadi ajang sosialisasi adalah :
1. Keluarga 
Kebijaksanaan dari orang tua yang baik dalam proses sosialisasi anak, antara lain : 
a. berusaha dekat dengan anak-anaknya 
b. mengawasi dan mengendalikan anak secara wajar sehingga
c. mendorong agar anak mampu membedakan benar dan salah, baik dan buruk
d. memberikan keteladanan yang baik kepada anaknya
e. Menasihatinya dengan baik jika mereka melakukan kesalahan-kesalahan dan tidak menjatuhkan hukuman di luar batas kejawaran
f. menanamkan nilai-nilai religi baik dengan mempelajari agama maupun menerapkan ibadah dalam keluarga. 
2. Sekolah 
Pendidikan di sekolah merupakan salah satu wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal atau spesifitas.

3. Teman bermain (kelompok bermain) 
Kelompok bermain mempunyai pengaruh yang besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak.
4. Media Massa 
Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.

Tujuan Sosialisasi
a. Menumbuhkan disiplin
b. Menanamkan aspirasi atau cita-cita
c. Mengajarkan peran-peran sosial dan sikap-sikap penunjangnya
d. Mengajarkan keterampilan sebagai persiapan dasar untuk berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa

*Internalisasi Belajar dan Sosialisasi
Internalisasi adalah proses peresapan pengetahuan ke dalam pikiran. Dalam proses ini, pengetahuan eksplisit (kelihatan, biasanya dalam bentuk simbol dan kode) diubah ke dalam bentuk tasit (tak kelihatan). Contoh internalisasi adalah membaca buku, cetak maupun digital. Buku cetak tentu tak perlu dihadirkan dengan teknologi informasi. Sedangkan buku digital atau elektronik memerlukan teknologi informasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar